LOMBOK : GUDANG BUDAYA DAN MUTIARA - SURFING REPUBLIC surfing republic

LOMBOK : GUDANG BUDAYA DAN MUTIARA

boogie man in Lombok

PULAU LOMBOK

Beberapa waktu lalu saya menulis tentang tempat surfing yang ada di Lombok, banyaknya Spot pariwisata ini membuat saya sadar tidak cukup kalau hanya menulis  tempat surfing dan spot diving saja. 

Maka kali ini saya mencoba menulis beberapa hal yang berhubungan dengan Lombok selain urusan surfing dan snorkeling.

gili trawangan
Tentu teman-teman sudah membaca review tulisan-tulisan yang sudah bertaburan di blog, Lombok menarik perhatian saya karena suasananya yang berbeda, juga karena banyak teman saya yang baik hati berasal dari Lombok. 

Dulu saya sering menghabiskan waktu untuk menikmati Lombok bisa sebulan empat kali, itulah kenapa saya begitu cinta sama Lombok, seperti lagu yang diciptakan oleh anak-anak reggea itu, terutama Gili Trawangan. Lombok sudah menjadi bagian dari wisata Indonesia yang tidak terpisahkan, orang-orang akan mengingat Lombok sebagai salah satu tempat surfing paling menarik dan hidangan pantai yang sangat memukau. 

Iklan-iklan sudah bertaburan menjual pesona Lombok. Dan itu menjadi magnet yang kuat untuk mendatangkan pariwisata dari luar daerah bahkan dari luar negeri terutama dari negara tetangga Singapura dan Malaysia.

Mak Cik

Lombok sudah berbenah diri dengan memperbaiki jalan rayanya agar mudah diakses oleh turis yang datang dan hanya sedikit di bagian Lombok Timur saja yang masih butuh pembenahan. 

Aku sering duduk menikmati pemandangan sore hari di pinggir jalan di sekitar Malimbu bersama teman-temanku sambil menikmati jagung bakar, rasanya aneh bagiku kalau tidak menikmati makanan khas Lombok yang selalu menemani hari-hari ketika menjadi gembel di Pantai Kuta Bali. Plecing kangkung, beberuk, sate Tanjung, dan sate rembiga adalah favoritku.

ROKOK, AGAMA, SUKU SASAK DAN MUTIARA

Beberapa kalimat yang cocok aku sematkan kepada Lombok rokok, religi, sasak dan mutiara. 

Oh iya aku ngomong rokok memang Lombok menjadi salah satu lumbung bagi perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia, kalau kamu berkendara menyusuri Lombok kamu akan melihat banyak orang bertani tembakau, masyarakat Lombok yang rata-rata hidup dalam standar menengah kebawah sangat menikmati rokok di kehidupan sehari-harinya. 

Belakangan ini di Indonesia isu rokok sangat kuat dan salah satu yang dianggap sebagai racun yang mematikan, entah sejak kapan rokok itu menjadi barang mematikan di Indonesia dengan gambar-gambarnya yang mengerikan dan slogannya yang membuat orang jadi mandul. Masyarakat Lombok rata-rata hobi merokok, entah mereka peduli dengan himbauan pemerintah atau tidak mereka tetap menyalakan api membakar rokok. Tempat yang menanam  tembakau banyak di sekitar Lombok Timur. 

Jadi tak apalah merokok, karena rokok sudah seperti "bahan bakar minyak" bagi seluruh orang di dunia, kenapa harus peduli peringatan "merokok berbahaya". Bagiku “merokok sekedarnya saja” kalo tidak merokok kan lucu, di sini gudang tembakau kok, kalo orang Eropa sudah menanam tembakau kita sendiri nanti yang akan membelinya. 

Produsen-produsen rokok dunia rata-rata tidak tumbuh dengan menanam tembakau di negaranya. Keep oN RoCk Ok!

Agama

Masyarakat Lombok banyak beragama Islam dan beragama Hindu, mereka hidup damai berdampingan dan saling menjaga jika ada hari-hari besar. Jauh sebelum mengenal agama Islam dan Hindu masyarakat masyarakat suku Sasak telah mengenal agama mereka sendiri. Agama yang ada saat ini adalah hal baru bagi Lombok. 

Pernah suatu hari aku berkunjung ke Lombok ketika hari raya Nyepi, maka umat Hindu yang ada di Lombok merayakannya dengan lomba membuat ogoh-ogoh dan mengaraknya satu hari sebelum hari raya Nyepi, dan yang menjaga dan yang menjadi penonton kebanyakan masyarakat yang beragama Islam. 

Begitu juga sebaliknya ketika Hari Raya Idul Adha umat Hindu membantu umat Islam untuk menyiapkan acara pemotongan kurban dan juga membangikannya kepada yang berhak. Kupikir hubungan ini harmonis dan akan membawa Lombok pada kemajuan melewati semua destinasi yang ada di Indonesia. 

Masyarakat Lombok kebanyakan belajar ke luar pulau terutama ke pulau Jawa dan pulau Madura untuk belajar agama Islam. Udah umat Hindu banyak dikirim ke Bali untuk belajar agama nenek moyangnya karena umat Hindu lombok berasal dari Bali.

Suku Sasak


Suku ini adalah suku asli dari pulau Lombok menurut sejarah suku Sasak telah mendiami Lombok lebih dari 4000 tahun, Sasak sendiri telah disebutkan dalam kitab Nagarakertagama karya Mpu Prapanca dari Majapahit sejak abad 13. 

Nama lengkapnya Lombok Sasak Mirah Adi. Sebelum menaklukan Bali, Majapahit telah menaklukkan kerajaan-kerajaan lombok lebih dahulu, konon mahapatih Gajah Mada sendiri yang datang menaklukkan Lombok dan dilanjutkan oleh empu Nala, kepala panglima perang bagian maritim pemerintahan Majapahit. 

Sedangkan pulau-pulau di sekitar pulau Lombok umumnya diisi oleh suku Bajo dan suku Bugis dari Makassar. Buku inilah yang menjaga sisi laut Lombok menjadi sangat indah hingga hari ini. Mereka telah menganut agama Islam lebih dahulu sebelum suku Sasak sendiri.

Ada baiknya kita belajar sapaan sehari-hari dalam bahasa Lombok, tentu untuk membuat kita lebih dekat dengan masyarakat suku Sasak jika kita berkunjung ke sana. Suku Sasak wataknya sangat keras, dalam artian mereka sangat pemberani dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan persahabatan. Mari kita belajar sapaan umum yang biasa digunakan sehari-hari.

"Apa kabar?" dalam bahasa Lombok "berembe kabar?"
"tidak apa-apa" dalam bahasa Lombok "ndek kembe kembe"
"tunggu sebentar" dalam bahasa Lombok " anteh ke semendak"

Ungkapan-ungkapan ini bisa kamu gunakan jika kamu bertemu dengan temanmu yang berasal dari Lombok.

Mutiara

Ragenda Mop  

Lombok salah satu tempat yang terkenal dengan penghasil mutiara terbaik di Indonesia, terutama mutiara air laut. 

Di Lombok ada tempat dengan banyak pengrajin mutiara yaitu Sekarbela. Salah seorang Temanku adalah pengrajin mutiara ini, dia telah berkeliling Indonesia untuk pameran mutiara dengan harga yang sangat WOW, tapi bagaimana sebenarnya orang Lombok bisa belajar budidaya mutiara ini? Menurut temanku si pengrajin ini, dia telah belajar budidaya mutiara sejak tahun 90-an dan yang mengajarinya adalah orang-orang Jepang.

Sebelum kejadian bom Bali di awal dekade 2000-an bisnis mutiara sangat lancar karena permintaan dari luar negeri sangat besar terutama dari Korea, Jepang dan Eropa. Setelah kejadian bom Bali rata-rata yang ada di sekitar tempat wisata Bali dan Lombok mengalami perubahan drastis, semua turun dan tidak laku hingga beberapa tahun selanjutnya dan itu membuat para pengrajin kelimpungan, bahkan ada yang memutuskan untuk berhenti budidaya mutiara karena sudah tidak ada pembeli yang datang, Bali dan Lombok Menjadi sepi seketika, hotel-hotel kosong dan bisnis tidak jalan, turis ketakutan dengan isu bom yang melanda Indonesia hingga beberapa tahun selanjutnya.

Tempat budidaya mutiara yang paling baik menurut temanku untuk kawasan Lombok adalah di sekitar Sekotong, karena air lautnya keluar masuk dengan stabil, teluk itulah yang menjadi andalan bagi produksi mutiara di Lombok. 

Dari Sekotong ini pulalah kita bisa melihat Pelabuhan Lembar, sudah banyak resort-resort dibangun di sekitar sini, jika kamu terus berkendara kamu akan sampai ke tempat surfing paling legendaris di Lombok yaitu Bangko-bangko atau dikenal dengan Desert Point. Dan tempat ini hanya untuk kaum profesional saja.

Apa yang aku pelajari dari Lombok

Minum brem

Sejenis tuak yang difermentasi menjadi minuman beralkohol, ini adalah favoritku. Saya sudah mencobanya setiap kali berkunjung ke Lombok, bahkan saya ingat suatu kali pernah minum brem ketika turun dari puncak Gunung Rinjani. 

Brem yang enak oleh orang Lombok disimpan dalam waktu 1 tahun, biasanya mereka menyimpan brem di suatu tempat dengan suhu tertentu selama setahun, mereka mulai menyimpan setelah bulan puasa selesai dan menikmatinya setelah Lebaran tahun depan. Orang Lombok mempunyai budaya minum layaknya masyarakat Bali, meski itu tidak terjadi di semua tempat karena agama Islam yang mayoritas melarang minuman beralkohol 
sebagai konsumsi. 

Minum Brem dihidangkan seperti minum kopi sedikit saja dan banyak tertawa. Minuman ini selayaknya wine bagi orang barat, dan teman-temanku ketika masih di Bali selalu membawakan aku hadiah brem.

Budidaya mutiara


Ketika aku berkunjung ketempat budidaya tiram mutiara itu, temanku membawa banyak peralatan dokter. Peralatan yang digunakan itu untuk membedah mutiara dan menaruh benih yang nantinya akan menjadi mutiara, mutiara ingin tidak serta-merta bulat seperti yang kita tahu, karena prosesnya yang panjang maka para seniman seniman dari Jepang dan Eropa menciptakan anakan atau nukleus yang akan dierami oleh cangkang kerang mutiara hingga hingga beberapa bulan tergantung seberapa besar kualitas yang kita inginkan untuk memanennya.
proses pengangkatan

surfing republic
tiram tua sudah beberapa kali re-seed

sarang tiram diikat

ortopedi 

Indukan mutiara ini tidak asal belah karena masih bisa untuk mengerami beberapa mutiara selanjutnya, tentu ini sangat rumit pengerjaannya dan kawanku ini sudah sangat ahli saat dia melakukan operasi pembelahan untuk mengangkat mutiara dia sangat berhati-hati karena induk ini akan ditanam nukleus yang baru dan dikembalikan lagi ke laut. 

Faktor pendukung yang membuat mutiara cepat besar adalah arus laut dan kehangatan air laut ada musim-musim tertentu dimana air laut di Indonesia menjadi agak dingin terutama di musim hujan dan namun keuntungannya membuat mutiara semakin punya warna, kilau dan orientasi lebih baik.

Bagaimana cara mengetes mutiara air laut? Sangat mudah mengetes mutiara air laut yaitu dengan menggigit dengan gigi akan terasa agak kasar dan mengeluarkan pasir, berbeda dengan mutiara palsu yang biasanya hanya berlapis dengan plastik yang licin.
markas Ragenda Mop


Apa yang kurang dari Lombok ini?

Pendidikan

Banyak orang Lombok tidak menyelesaikan pendidikan yang disesuaikan oleh pemerintah terutama bersekolah hingga 12 tahun, maka tidak heran jika sebagian orang Lombok masih sangat keras wataknya dan susah diajak untuk berkomunikasi. Pernah pada suatu hari saat berkunjung ke Selong Belanak untuk bermain surfing bersama teman, terjadi perang antar kampung. 

Dua kampung yang terpisah jalan raya saling mengangkat senjata tajam entah karena faktor apa, aku di dalam mobil bersama temanku namanya Hidayat, melakukan diskusi ringan tentang apa yang kita lihat hari itu, karena bukan itu saja saya melihat kejanggalan yang terjadi di Lombok, karena sebelumnya saya pernah mengalami pengalaman yang kurang mengenakkan ketika hendak kembali ke Bali di Pelabuhan Lembar, sikap masyarakat yang kurang mengenakkan terlihat dengan melakukan hal yang tidak disenangi oleh turis, yaitu meminta duit ketika hendak kembali ke Bali. 

Rasanya aneh kalau tempat wisata melakukan pemaksaan seperti itu. Dan ini terjadi terhadap teman-temanku jika mereka kembali dari Lombok, mereka biasanya menyiapkan rokok dan duit jika ada yang meminta sebelum masuk ke penyeberangan. 

Isu pendidikan perlu diangkat di Lombok untuk menyelamatkan generasi selanjutnya, kontak fisik sepertinya tidak diperlukan untuk beberapa dekade yang akan datang, kita telah masuk ke ranah berbeda, itu adalah kontak budaya. 

Tidak melukai fisik tapi bisa menghilangkan semua budaya yang indah hari ini.
penenun dari suku Sasak


Dan ini tidak terjadi hanya di Pulau Lombok saja, bahkan di Gili Trawangan Gili Air dan Gili Meno masyarakat yang kurang pendidikan menjadi korban dari gaya hidup hedon para turis yang datang ke sana. 

Tidak sedikit orang tua dari penduduk tiga Gili ini yang mengungsikan anaknya untuk belajar ke luar pulau, karena mereka beranggapan terlalu bahaya jika mereka tetap didalam pulau. Tentu tidak baik bagi anak dibawah umur untuk melihat orang mondar-mandir membawa  botol minuman dan mabuk di sana sini. Para turis juga punya cara berpakaian yang sangat berbeda dengan penduduk lokal. Maka pendidikan menjadi benteng yang sangat diperlukan bagi masyarakat Lombok secara umum. 

Kebetulan, mas Hidayat adalah orang yang aktif di dunia pendidikan dan dia selalu memberi nasehat-nasehat yang baik kepada anak-anak didik, aku pernah berkunjung ke pondoknya, tempat pendidikan agama Islam, dan saya diminta untuk bercerita seputar pengalamanku dan pesanku kepada anak-anak di yang masih dibawah umur. 

Aku bukan praktisi pendidikan namun melihat fenomena Lombok dan Gili Trawangan tentu aku tidak boleh menolak permintaan temanku, dan pesanku ketika itu adalah bahwa anak Lombok harus belajar dan banyak membaca.

Kupikir benar apa yang dikerjakan oleh temanku ini, mas Hidayat,for your information, mas Hidayat inilah yang mengantarkan saya untuk mengunjungi Gili Trawangan pertama kali dan mengantarkan saya ke kaki gunung Rinjani. Dengan membuat benteng pertahanan pada cara berpikir anak didik saat ini adalah cara terbaik menghadapi gempuran budaya asing di masa depan, aku sendiri adalah orang yang menjadi korban budaya asing. Dengan mengikuti gaya hidup mereka yang tidak baik. 

Sepanjang perjalanan aku banyak berkonsultasi kepada Mas Hidayat, karena memang pengetahuanku yang terbatas soal agama dan hubungan sosial, aku merasa beruntung bertemu dengan kawanku ini, pengalamannya setelah membuat dia jauh lebih dewasa dari saya, terutama melihat realita hidup masyarakat yang berbeda-beda dan tuntutan mereka yang tidak pernah kita sangka-sangka, maksudku apa yang terjadi tidak sesuai dengan norma itulah tuntutan yang harus dibenahi oleh orang-orang yang lebih sadar pendidikan.

#ootd

hijaber casual style

man casual beach style
Jika ke Lombok saya biasanya hanya membawa 2 kaos satu celana pantai dan satu celana panjang, semenjak pernah mengisi ceramah abal-abal di tempat mas Hidayat, saya menambahkan baju lengan panjang dan sarung. Tentu biar mudah untuk melakukan ibadah.
not recomended style

Makanan rekomendasi

Buat saya ayam taliwang adalah yang nomor satu, dipadu dengan beberok itu sangat luar biasa, jika kamu suka ikan bakar maka pantai Nipah adalah yang paling rekomendasi, selain bisa menikmati pemandangan pantai kamu juga bisa menikmati kelapa muda.
lombok culinary maknyuus

Tempat-tempat favorite saya di Lombok

Malimbu with Brem

Senggigi, Malimbu, pantai Nipah, dan air terjun sendang Gile, air terjun Tiu kelep, segara Anakan dan Gunung Rinjani. Jika kamu tertarik untuk mendaki gunung Rinjani, aku juga akan membuat ceritanya untuk teman-teman pada Blog post yang akan datang
Selain tempat yang sebutkan, Lombok sangat kaya akan spot surfing, yang bisa kamu baca di sini.

Tips

Jika kamu berkunjung ke Lombok lakukan beberapa tips ini mungkin akan sangat membantu


  • Memesan Hotel jauh-jauh hari. Sangat rekomendasi untuk kamu pesan.
  • Membuat list daftar perjalanan
  • Menghubungi teman yang ada disana untuk menanyakan kabar terkini
  • Membaca berita terupdate dari sosial media lewat Facebook atau Twitter
  • Lombok cuacanya panas jadi gunakan pakaian yang berwarna agak cerah sehingga tidak terlalu panas oleh sengatan matahari langsung
  • Bawalah lotion pelindung kulit, mungkin kamu akan melakukan olahraga laut disana
  • Jika menggunakan travel agent, Gunakan travel agent yang terpercaya.


CONVERSATION

INSTAGRAM