10 PELAJARAN DARI 10 TAHUN MASA 20AN - SURFING REPUBLIC surfing republic

10 PELAJARAN DARI 10 TAHUN MASA 20AN

AKU MELIHAT MASA YANG TELAH AKU LEWATI

Masa umur 20an adalah masa yang penuh cerita bagiku itu adalah masa yang penting untuk selalu diingat, masa di mana ingatanku sangat kuat, di mana aku diusir dari halaman orang ngga dikenal karena mabuk, bertengkar karena urusan sepele, pernah dibawa polisi anti huru hara di tengah-tengah kota st Petersburg karena ribut dengan para preman dan memecahkan kaca sebuah kantor pengiriman uang international, menyuap polisi dengan topi buatan asli Amerika di Eropa timur, aku dibawa ke kantor polisi bersama sepupuku karena membuat onar di club malam dan dilepaskan malam itu juga, meski polisi tidak mencatat sebagai catatan kriminal kepolisisan, aku secara personal mencatat record yang aku tidak tahu harus aku masukkan kemana bagian ini, baik atau buruk. Usia awal 20an yang aku anggap paling menakjubkan.
Masa itu tidak punya tujuan, aku melangkah keluar rumah dan tidak benar-benar tahu apapun kemana aku pergi dan apa yang akan aku kerjakan di kota asing, setelah sempat satu tahun bersama dengan guru spiritual, namun aku tidak menangkap makna spiritual itu sendiri, pilihanku jatuh ke kota Surabaya, kota “panas”.  Tidak ada teori survive yang aku pahami, aku baru pertama masuk rimba kehidupan.

http://www.indosurfingrepublic.com/
Metro Train St Peterburg
Pada usiaku sekarang di usia 30an, aku mungkin akan sering ke Surabaya untuk mengingat saja memori itu, kenangan-kenangan 10 tahun yang lalu, yang membedakan kali ini adalah rasa tanggung jawab, membuang egoisme tak berguna yang dulu sempat diagung-agungkan, banyak yang berubah sejak 10 tahun yang lalu tidak ada pengusiran, pertengkaran di jalanan, aku membangun usahaku perlahan dan meniti karir sebagai penjual pariwisata Indonesia.
Dalam pemikiranku, berkah tekhnologi ciptaan manusia 10 tahun terakhir telah merubah budaya negara dengan sangat cepat, keyakinan di dalam diri sangat mudah digoyahkan, terjadinya sangat frontal dalam waktu pergolakan singkat  dalam periode yang panjang hingga saat ini, maksudku adalah manusia mulai berubah-ubah karakter hari ini, esok, atau lusa, angin-anginan. Evolusi diri terjadi tanpa kita sadari lebih dahulu, kita tidak serta merta berubah seperti sekarang ini,tapi sangat perlahan seperti hembusan angin yang kuat dipadang pasir lalu menciptakan pemandangan dengan kontur yang baru.
Hal itu disadari kalo kita berhenti sejenak dan menoleh ke kanan kiri dan belakang satu decade terakhir, lihatlah banyak kejadian dramatis di hidupmu. Bagiku hidupku dramatis sekali, aku mempelajari banyak hal dari kejadian-kejadian itu.

Waktu terbaik dalam hidup untuk sering gagal dan mencoba lagi


gembel 
Usia 20an adalah asset terbaik dalam hidupku, bukan karena ide, bukan karena bakat, bukan karena pengalaman, tapi karena waktu, waktu yang memberi kesempatan untuk mengambil segala resiko dan menghantam segala ketidak tahuan lebih awal dan belajar lebih cepat. Meletakkan banyak hal dalam hidup, melakukan perjalanan keliling dunia, masuk hutan berkumpul dengan orang pedalaman yang berbeda budaya , pindah ke kota lain hidup bersama teman-teman, ingat kamu hanya bisa melakukan itu ketika masih muda, aku pernah melakukan perjalanan satu tahun mencoba untuk tidak peduli banyak hal dan segala omongan, kamu tahu kawan? Tidak ada yang lebih menyenangkan dari tahun itu, sejak tahun berlalu bahkan mungkin tahun-tahun mendatang.
“hal yang paling aku suka dari masa muda adalah rasa sakit kesendirian dan kegagalan ide, aku benar-benar melihat dunia masa mudaku dengan gairah”
Ini dunia yang menyenangkan ketika aku menulisnya sebagai pengalaman saat ini, umur awal 22 tahun tanpa ada hutang dan penglaman melakukan pertualangan ke penjuru dunia, usia 26 tahun melakukan petualangan dalam negeri jangka panjang, dengan tanggung jawab dan membangun bisnis bersama teman-teman, aku tidak pulang ke rumah yang hangat itu, aku merasakan punya hutang, menambah pengalaman berjalan dalam track yang panjang kehidupan pertengahan 20an tanpa lelah, terlempar pada pilihan yang meragukan berkali-kali dan gagal membangun mimpi, bangun lagi, gagal lagi, it’s a wonderful world I am alive dude! Akhirnya bangkrut dan tertawa sambil berpikir, hidup benar-benar bergairah dalam kegagalan yang menyenangkan.
Aku tidak terpengaruh dengan urusan materi cicilan rumah, ribut urusan anak dan sebagainya, aku sangat berani karena aku sangat percaya masa itu aku tidak mengorbankan apapun untuk semua kegagalan. Ini waktu di mana aku bisa mengambil banyak hal tanpa takut resiko, tidak anak yang kelaparan dan istri yang menguji kesabaran, Its fine I hurt my self! Bagiku di sinilah tahun kegagalan bagi umat manusia.
Membangun cinta dengan segala jenis umat manusia yang hampir membuat orang tua gila, ikut kursus online, menulis blog, tidur didalam intaian nyamuk, bisnis gagal di tengah jalan. Kegagalan itu adalah pelajaran terbaik dalam hidup, belajarlah!
“Jangan pernah kompromi dengan kegagalan di decade setelah 30 tahun itu adalah bencana”

Aku tidak bisa memaksakan persahabatan


Train to Rostock
Ada 2 jenis persahabatan menurutku,yaitu sahabat lama yang ditinggalkan di suatu waktu dan kita kembali mereka tetap sama, yang ke-dua adalah sahabat yang kita tinggalkan dalam waktu lama setelah kita kembali kita mendapatkan kenyataan bahwa semua sudah berubah.
inilah kehidupan yaitu bertahan untuk tidak keluar jalur agar tetap berjalan.
10 tahun terakhir aku telah meninggalkan sahabat-sahabatku, dengan rincian kira-kira 5 tahun digunakan sebagai pekerja dan bertualang seluruh pojok dunia, 5 tahun sisanya ke belahan Indonesia lainnya, aku banyak menghabiskan waktuku di luar rumah, yang aku temukan adalah bahwasanya kita tidak bisa memaksakan dengan siapa kita akan bersahabat, yang aku sadari adalah seperti ada yang menuntunku untuk berkenalan dengan seseorang akhirnya bersahabat dan saling menjaga. Seperti kisah yang ajaib, maka sahabat yang aku kenal di seluruh dunia aku anggap sebagai keajaiban dalam hidupku, aku meninggalkan Surabaya tahun 2007 dan kembali lagi 2012, aku bertemu dengan segelintir orang di tahun itu, semua sudah sangat berubah cara hidup dan berpikirnya, meski akhirnya ada sebagian kecil yang masih sama dan akhirnya jadi temanku, bagiku ini bukanlah urusan baik dan buruk, inilah kehidupan yaitu bertahan untuk tidak keluar jalur agar tetap berjalan.

Tidak harus mencapai semua tujuan

http://www.indosurfingrepublic.com/
Soluna Samay, Bergen street perform

http://www.indosurfingrepublic.com/
2 tahun sebelum Eurovision 2012

Beberapa dekade sebelum masa 20an adalah masa sekolah yang sangat ketat dengan aturan dan tujuan yang ditetapkan oleh sekolah, jika kamu mengerjakan semua tugas yang maka kamu adalah WOW, jika tidak maka kamu wuuuu (jempol ke bawah). Segala A-Z jenis pekerjaan dikerjakan oleh WOW dan wuuu hanya jika sempat dan ada kesempatan. Di sekolah hanya ada lulus dan tidak.
Usia 20an mengajarkan untuk tidak harus menyelesaikan semua tugas seperti di sekolah, namun kita lebih punya tujuan yang harus dicapai, itulah poinnya. Umur 26 aku duduk dan menulis semua yang ingin aku capai di usia 30 dan 40an, tujuan yang sangat serius dan mungkin membuatku agak frustasi pada tahun-tahun awal, aku hanya mampu menyelesaikan seperempatnya saja dan tiga perempat masih jadi pr hidupku.
Sejujurnya aku sangat senang dengan ukuran 25% pencapaian itu, yaitu akhirnya aku punya tujuan yang harus aku selesaikan, dan diantara tujuan hidup itu harus ada yang aku pilah-pilah karena dianggap tidak penting, bahkan ada yang dibuang karena dianggap mengganggu dan beberapa hal yang aku kerjakan 5 tahun terkahir telah aku simpulkan bahwa aku terlalu focus pada hasil. Itu pelajarannya. Akhirnya aku sepakat bahwa 75%  hal yang belum aku capai adalah jalan ke depan, dan 25% itulah spionnya. Nilainya adalah manusia harus patuh pada proses percobaan dan kegagalan bukanlah hasil.

Mereka tidak benar-benar tahu yang mereka kerjakan


http://www.indosurfingrepublic.com/
time goes by
Aku ingat masa sekolah yang menakutkan, ketika kita harus mentaati semua aturan. Berangkat sekolah SD saat usia 7 tahun dan berkelanjutan hingga 12 tahun selanjutnya, saat lulus SMA kita semua di sibukkan dengan pilihan universitas mana yang akan jadi pelabuhan kita selanjutnya, negeri atau swasta, setelah lulus kuliah kita akan bekerja terpaksa atau tidak, setelah itu akan mengejar karir hingga puncak, setelah itu akan ditanya kapan kamu akan berkeluarga dan kapan punya anak. Inilah urutan umum kehidupan menusia sekarang, jika salah satu dari beberapa pijakan itu gagal, maka kamu telah divonis seumur hidup dianggap gagal. Ya memang ini hidup yang kejam kawan.kamu bisa saja berakhir dengan minum-minuman keras bahkan kalo kamu tidak kuat kamu akan berakhir di pinggir jalan berselempang sarung dan rambut awut-awutan tanpa peduli apapun.
Sejujurnya aku melihat banyak temanku yang berbeda haluan dengan apa yang dikerjakan dengan 10 tahun yang lalu, misalnya seorang teman yang pintar kuliah dibidang filsafat kini berubah profesi menjadi seorang petani dikampungnya, ada yang aktiv di bidang politik 10 tahun lalu kini aktiv sebagai pemandu wisata, dulu sepertinya dia akan berkarir di bidang akuntansi sekarang telah berubah haluan menjadi seorang desainer. Hanya sebagian kecil saja yang tidak berubah visinya, pekerjaan, karir, industry dan orientasi seksualnya.
Aku tidak benar-benar tahu apa yang aku perbuat, ketika aku bertanya pada diriku sejak kapan aku tertarik kedunia bisnis pariwisata? Aku benar-benar tidak tahu dan mengalir begitu saja, melihat dan merespon kesempatan yang ada, dalam sekejap aku merasakan kegagalan tanpa ampun, untungnya aku masih muda dan sanggup menelan kegagalan itu. Aku selalu bersyukur diberi keberuntungan untuk melakukan banyak hal yang aku suka dan mencari jalan-jalan masa depan dengan caraku sendiri.

Semua orang di dunia memimpikan hal yang sama

http://www.indosurfingrepublic.com/
santorini
Dalam pandanganku sendiri, aku merasa sangat beruntung dengan roller coaster hidupku usia 20an, aku dan pekerjaanku telah mengantarkan aku pada lebih dari 50 negara dan lebih dari 150 kota kota seluruh dunia, mulai dari yang paling hedon dan gila hingga ke negara yang sekedar urusan makan harus saling bunuh, negara dengan politik tidak stabil, hingga negara dunia ke-3 yang mayatnya ditunggu oleh burung bangkai, aku mempelajari keunikan bahasa dan budaya mereka.
Apa yang aku lihat di luar negeri atau di sini sebenarnya sama saja, semua orang sangat khawatir tentang makanan, uang, pekerjaan, keluarga entah kaya atau miskin. Orang kaya khawatir dengan uang mereka dan masa depan pekerjaan mereka, semua orang ingin terlihat keren dan macho, semua orang senang dan bangga dengan asal usul mereka, semua orang khawatir dengan perubahan dan semua orang takut dengan kegagalan, semua orang cinta keluarga dan sahabat meski telah disakiti berulang-ulang.
Manusia secara umum sama saja, detailnya saja yang berbeda-beda, negara ini berkonflik dengan negara itu, agama ini tidak suka dengan agama itu, budaya di sini tidak diterima di sana. Semua budaya terjadi dalam proses yang panjang dan dipengaruhi oleh kejadian yang disengaja atau tidak, maka tidak salah jika budaya adalah produk dari geologi dan sejarah.
Aku mulai belajar untuk menilai orang tidak berdasar siapa orang itu tapi apa yang mereka perbuat, bisa saja orang yang aku anggap paling baik dan paling aku hormati bukanlah orang yang berbuat baik secara pribadi kepadaku, dan yang paling bangsat bagiku tidak juga orang yang menyakitiku secara personal. Dunia sangat beragam aku tidak tahu berhadapan dengan siapa, hingga aku tahu betul apa yang mereka kerjakan dalam waktu yang lama, bukan siapa mereka, gelarnya apa dan dari mana mereka berasal.

Dunia ini secuek bebek di sawah

just do it
Manusia itu paling takut dengan bisikan-bisikan yang ada disekitar mereka, ketimbang tahayul tentang hantu di belakang sekolah. “tidak ada yang peduli padamu” mungkin terdengar menakutkan pertama kali, saat perlahan kamu menyadari ternyata itu benar adanya, mungkin kamu dan aku akan sepakat denga kalimat di bawah ini
“aku lebih menghawatirkan apa yang orang lain pikirkan padaku dari pada apa yang benar-benar aku rasakan”
Kita telah benar-benar berinvestasi terhadap perasaan orang lain, aku  kamu dan yang kita perbuat saat ini akan dilupakan meski kita telah melakukan itu (nyata), seolah ini tidak pernah terjadi, tidak ada yang peduli apa yang kamu ucapkan dan apa yang kamu perbuat. Sebenarnya ini semacam keberuntungan bagi kita, kita bisa melakukan apa yang ingin kita perbuat  tanpa harus ragu, orang akan melupakan dan memaafkan artinya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak jadi diri sendiri. Suatu hari orang hanya akan melihat dari hasil yang kita dapat,  sekarang adalah proses,  jadi itu adalah angin yang datang sebelum jadi padi.

Konsumsi budaya pop ini adalah jembatan tercepat menuju perubahan



Sejak internet jadi kebutuhan seluruh dunia, entah yang akan terjadi di masa depan seperti sudah diatur secara struktural oleh manusia itu sendiri,  budaya pop sepertinya akan memicu pada perang dunia ke III, setidaknya kalo memang terjadi manusia mungkin tidak akan kaget, lelaki akan kembali seperti jaman jahiliah mengkonsumsi wanita seperti menikmati es krim, dan mungkin saja kaum wanita lebih senang menjajakan diri dari pada menikmati kesepian dan terpinggirkan dari budaya cyber yang ganas. Semua orang akan berpikir sama, dengan banyaknya manusia mengkonsumsi berita yang sama, dunia berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi, pandangan kita kan semakin kabur, apa yang terlihat seperti roti akan dibilang roti meski itu adalah batu bata, manusia usia 20an cenderung mengurangi fungsi pikiran sebagai alat berpikir menjadi alat untuk mempercayai, terlalu muda untuk menyadari efek dari yang kita klik dari berita berita online.

Ribut urusan kecil ketimbang melihat persamaan yang besar

arah
Usia 20n masa di mana kita sering hidup lebih banyak dengan asumsi, bahwa hal yang terjadi kini terjadi dengan sendirinya dan kita sering berpikir bahwa masalah yang ada akan hilang dengan sendirinya, kita tidak punya bekal untuk menangkal masalah-masalah besar hidup kita, tidak ada yang bisa dijadikan sandaran untuk mengungkap masalah besar usia 20an yaitu kelaparan, kebebasan, jalan besar menuju keterampilan menghadapi situasi masa depan, kita akan lebih senang dengan bahasan apa yang akan digunakan untuk party nanti malam, tempat nongkrong telah mengambil lebih banyak waktu, urusan tetek bengek parfume, pakaian, kendaraan dan social media mengaburkan pandangan jalan besar  kehidupan nyata yang sebenarnya.
20an penuh dengan mimpi besar yang benar-benar hanya mimpi, kita tidak benar-benar sadar bahwa kesuksesan besar itu adalah akumulasi dari ribuan sukses kecil.

Dunia bukan tempat menakutkan

http://www.indosurfingrepublic.com/
Suku Maya Aztec  
Umur awal 20an aku pamit kepada orang tua untuk keluar dan mencari peruntungan dari ketidak tahuan seberapa menakutkan dunia itu, kadang aku bertanya seperti apa dunia yang aku lihat dari televisi  itu? kenapa berita criminal selalu tayang tanpa henti, apa memang dunia kita seperti dunia binatang? Aku seperti tersihir untuk melihat lebih dekat duniaku sendiri dan mulai melangkah keluar rumah.

friend and fun
Aku bertemu banyak orang dan berpelukan dengan banyak manusia dari berbagai negara, ingin bercerita dunia yang menakutkan menjadi sebuah pertualangan baru, bukan kekerasan saja, aku mencari cara untuk keliling Indonesia dan negara-negara lain yang lebih maju di belahan bumi lainnya. Dan tidak diragukan lagi aku dihadapkan pada  kenyataan yang berbeda, banyak orang hidup berbanding terbalik dengan hidupku, aku bukanlah orang yang paling menderita di dunia, ketika aku mendongak ke atas aku melihat orang-orang  yang memiliki kemampuan di atas rata-rata bahkan memungkinkan untuk selalu diatas seumur hidupnya, melihat mereka di usia 20an benar-benar membuat kesan yang kuat.

Orang tua tetaplah manusia

Akhirnya kita sampai pada hal yang bersifat bayang-bayang kejadian masa lalu, kita semua berhadapan dengan orang tua, orang yang paling sayang terhadap kita. Bisa jadi kamu akan menyimpulkan hal  paling tidak keren dalam hidupmu adalah ayah ibumu, betapa larangan mereka telah menjadikan kita terikat, mereka telah melakukan banyak hal untuk menjadi pelindung terbaik dalam hidup.  Tapi bagi remaja selepas 20an itu seperti keterbatasan yang menakutkan.
banyak waktu yang orang tua lalui untuk membuat kita senang dalam keterbatasan pengetahuan dan perbedaaan pandangan hidup ditambah perubahan jaman yang tidak sanggup mereka kejar, mereka hanya punya kasih sayang hingga akhir hayat
Kita tidak bisa melupakan peran penting mereka yang membuat kita sampai pada level ini, mereka melakukan yang terbaik yang mereka bisa. Kita tidak terlahir dengan manual book maka orang tua akan terus melakukan apa yang mereka anggap baik. Entah itu membuat anak mereka senang atau tidak, itu akan berlanjut hingga   pertengahan 20an dan secara perlahan mereka akan ikhlas melepasmu.  Dan hari itu kita akan sadar betapa banyak waktu yang mereka lalui untuk membuat kita senang dalam keterbatasan pengetahuan dan perbedaaan pandangan hidup ditambah perubahan jaman yang tidak sanggup mereka kejar, mereka hanya punya kasih sayang hingga akhir hayat. Waktunya memahami mereka dengan perspective orang dewasa. Manusia dewasa memaafkan apa yang telah berlalu, dan mereka hanyalah manusisa biasa.

Artinya kita bisa saja mengalami kegagalan yang banyak di masa lalu, tapi kita sudah menentukan jalan, kita tidak bisa berhenti di situasi seperti ini karena banyak yang masih bisa kita perbuat. Jika kamu masih di usia dekade 20an maka waktumu sekarang untuk berpikir lebih banyak mengambil resiko lebih banyak dan belajar lebih banyak, dulu aku mengabaikan hal-hal yang aku anggap penting dan aku kelimpungan di masa sekarang. Jika kamu telah berada pada decade 30an, pilihan untuk meningkatkan apa yang kita pelajari dua atau tiga kali lipat dari apa yang pernah kita pelajari di masa 20an sudah mutlak wajib dikerjakan.

Mulailah melakukan olahraga secara teratur, memberi waktu untuk diri sendiri belajar dan mengenal lebih banyak orang, tempat, dan perbedaan. Nanti kita akan menemukan siapa sebenarnya diri kita sendiri, namun hingga saya menulis saat ini saya belum menemukan apa yang disebut dengan jati diri saya sendiri. Kupikir setiap manusia telah mencoba sekian banyak hal untuk menemukan dirinya meski pada akhirnya sampai pada kesimpulan dia tidak menemukan apa-apa.






CONVERSATION

INSTAGRAM