CUKUP MENGEJUTKAN SEJARAH SURFING BERASAL INDONESIA - SURFING REPUBLIC surfing republic

CUKUP MENGEJUTKAN SEJARAH SURFING BERASAL INDONESIA


Sejarah surfing di Indonesia 

Sejarah ini yang wajib diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia, kamu belum tahu kan sejarah surfing di Indonesia?? mari kita melihat ke belakang sebentar. 

Tentu kamu sudah dengar betapa populer surfing di pulau Bali.

tempat yang kini sangat populer di dunia wisata, terutama alam dan budaya. Sejarah olahraga surfing  Indonesia moderen tidak jauh dari tempat ini.

Tapi secara umum oleh raga surfing yang kini ada benar-benar di bawa oleh budaya laut orang Nusantara Kuno dahulu kala.

Dan mungkin kamu masih belajar surfing, dan menggali sejarahnya atau telah belajar surfing dan ingin tahu banyak tentang surfing secara budaya, bahkan cara mendapatkan duit dari industri surfing ini, maka sebaiknya kamu lanjutkan untuk terus membaca menelaah, betapa banyak perubahan yang dibuat oleh kekuatan olahraga surfing dan industrinya. 

Mulai dari film, lifestyle dan tourism. 

Bagi yang masih pemula dan butuh petunjuk surfing boleh juga untuk mengekplor cara belajar surfing pemula

Dengan populernya surfing yang ada di Indonesia saat ini, pantaslah kalau kita bertanya-tanya dari mana sebenarnya surfing ini berasal? 

Bahkan mungkin kamu bertanya-tanya juga bukan dari mana olahraga yang bisa mempopulerkan Pulau Bali ini berasal. 

Tidak ada catatan surfing

Perhatikan lagi infografis di gambar yang telah kami sediakan.

Tidak ada catatan yang menulis olahraga surfing berasal dari nenek moyang negara-negara maju Eropa atau Amerika hingga saat ini. 

Ya! 

Tidak banyak orang yang membuat catatan tentang surfing dari masa lalu....

Apalagi surfing ini sudah dianggap olahraga dijaman yang telah modern. 

Olahraga surfing berkembang dari olahraga renang menjadi olahraga hiburan mengejar ombak. 

Bahkan di Indonesia sendiri tidak ada catatan yang menulis secara detail tentang olahraga surfing. 

Olahraga surfing tidak bisa di klaim oleh negara manapun di atas bumi tidak juga Hawaii yang mempopulerkan olahraga ini tidak juga Australia dan California, tidak juga bangsa Indonesia. 

Tapi, kita harus mengerti kita memiliki sejarah masa lalu, di mana satu-satunya bangsa di dunia yang hebat dalam kelautan dan pekerjaannya menjelajah laut, hanya negara yang di bawah naungan bendera merah putih saat ini. 

Bahkan kepulauan di Polinesia, adalah salah satu wilayah migrasi besar-besaran dari Indonesia di masa lalu, mereka membawa teknologi bercocok tanam dan tinggal di pulau-pulau terpencil di Samudra Pasifik. 

Dari sinilah mula-mula kecenderungan orang untuk berenang dan bermain dengan ombak dimulai, di sela-sela kehidupan bercocok tanam mereka mencari nafkah dengan nelayan dan mencari ikan.

Hawaii dahulu kala juga dikenal dengan "Jawa kecil", Julukan untuk pulau ini, karena juga menjadi wilayah perjalanan kapal-kapal pelaut Nusantara. Jawa mewakili sebuah bangsa Bani Jawi, sebutan ini eksis hingga abad 17, bangsa dan aksaranya perlahan hilang, karena semua tulisan literatur dahulu kala, jika menyebut dari kepualauan Nusantara adalah bani Jawi.

Sejaman dengan bangsa Maya dan Inca yang jago dalam ilmu astronomi, maka rakyat dari nusantara juga jago dalam ilmu navigasi. 

Tapi bangsa-bangsa ini sangat mirip, mereka tidak bisa terhubung sejarah dengan masa kini. 

Pewaris mereka telah jadi mumi hidup, alias minim pengetahuan, diantara bangsa-bangsa itu sudah tidak ada lagi ilmu astronomi juga tidak ada lagi ilmu navigasi. Semua kualitas kuli.

Dan salah satu negara yang jadi tujuan orang Nusantara dalam mencari nafkah adalah Polynesia di kawasan samudera Pasifik, yang tidak jauh berada di atas atap negara kepulauan Republik Indonesia. 

Ketika zaman federal Nusantara masih di bawah pimpinan kerajaan kuno seperti Mataram Kuno,  Sriwijaya, dan Majapahit  area perdagangan menembus batas teritorial yang kita ketahui saat ini. 

Bahkan sampai ke Australia, Afrika dan banyak kepulauan kecil di Samudra Pasifik.

Pada abad ke 16-an, kolonialisme menyebar ke seantero bumi, ke kepulauan Nusantara yang saat itu masih dibawah pemerintahan federal dari tanah Jawa dan kekuasaannya termasuk ke kepulauan Polinesia, tidak diizinkan masuk untuk mengambil rempah secara brutal. 

Maka para penjelajah laut dari Eropa, menuju pulau-pulau kecil di sebelah timur Indonesia yang jauh dari ancaman kerajaan Nusantara.

Surfing modern 


Mungkin kita harus tahu apa yang terjadi di belahan negara lain.

Semakin ke belakang dunia surfing berkembang dan menjadi bagian penting sebuah negara bagian di Amerika serikat yaitu Hawaii.

Membuat olahraga ini resmi menjadi olahraga negara bagian Hawaii. 

Dan melejitkan Hawaii menjadi negara tujuan wisata yang sangat besar di Amerika meski menjadi Negara bagian yang paling jauh untuk dijangkau. 

Dan Hawaii-lah yang memperkenalkan Amerika olahraga ini menjadi olahraga paling populer sebagai olahraga air dangan gabungan wisata pertualangan ombak extreme  dengan perjalanan. 

Dan California adalah yang paling terkenal di daratan Amerika

Berlanjut ke Australia dan berkembang pesat di sana.

Australialah yang menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan selancar dunia, kita sepatutnya bersyukur bertetangga dengan Australia. 

Karena negara ini telah terbukti memproduksi atlet jempolan dunia dan mempopulerkan Indonesia ke seluruh dunia melalui surfing. 

Secara tidak langsung Australialah yang mempopulerkan pariwisata Indonesia. 

ya alasannya sangat simple....

Karena tulisan dan bahasa mereka menggunakan bahasa Inggris dan diadopsi oleh Amerika dan dimengerti oleh kebanyakan rakyat negara-negara Eropa.

Telah ribuan orang dari Australia datang ke Indonesia untuk menikmati surfing, Indonesia yang lupa tentang budayanya sendiri, seperti diingatkan oleh Australia untuk mulai mencintai lautan dan menjaga ekosistem laut. 

Indonesia mulai dikenal di Australia ketika banyak orang Australia datang berkunjung ke Indonesia dan bercerita kepada sesama mereka, betapa menakjubkannya Bali. 

Yang paling unik ketika kaos bertuliskan “I Have Been To Bali” menjajah seantero Aussie, saking populernya kaos ini di masa lalu, hingga kaos2 ini mendapat jawaban “I Have Been To Bali Too”

Apa yang terjadi di Indonesia 


Terjadi sejak awal 90’an. 

Ketika orang indonesia disadarkan akan keindahan Bali, dunia surfinglah yang pertama menyambut mereka.

Bukanlah budaya ngaben, atau keagamaan atau budaya Indonesia lama yang masih eksis di Bali.
Ombaklah tujuannya, bukan untuk melihat kegiatan masyaraka.

Mereka punya tujuan bermain surfing bukan sekedar melihat budaya.

Tujuan utama mereka surfing!

ya tentu saja akan Menikmati budaya lainnya jika mereka tidak lelah dan mempunyai waktu senggang. 

Inilah jawaban untuk mereka yang meragukan surfing sebagai tonggak sejarah pariwisata Bali, juga tempat lain yang selama ini belum ter-ekplor di Indonesia memiliki kesempatan yang sama, yaitu akan lebih cepat jika mempunyai kekuatan ombak. 

Pantai Indonesia sudah seperti milik orang Australia, mereka membangun resort dan membangun kerjasama yang bagus dengan masyarakat sekitar demi keuntungan bisnis dan hobi bermain selancar, hingga saat ini.

Surfing sekarang adalah komoditas dan industri yang tidak bisa dihindari.

tapi ini hanyalah awal dari sebuah peradaban yang akan masih berlanjut dan panjang.

Ada banyak tokoh surfing indonesia menggeliat sejak dekade 90’an ini, namun yang paling menakjubkan adalah langkah yang dilakukan oleh Dede Suryana. 

Anak muda dari kampung nelayan di pedalaman Sukabumi hijrah ke Bali dan lolos seleksi di WSL yang pertama dari jutaan penduduk Indonesia.

Tahun 2004 di Amerika dan menjadikan dia sebagai legenda hidup atlet surfing indonesia, dan peran aktiv Mas Tipi Jabrik dengan gagasan organisasi surfing seluruh Indonesia (ISC) dibangun 2003 dan berkolaborasi dengan sponsor-sponsor besar dunia mengadakan kompetisi hingga satu dekade selanjutnya. 




Setelah ISC dilirik oleh banyak sponsor dunia, lahirlah ASC yang mengakomodir surfing seluruh Asia, dengan homebase di Bali. 

Setelah tahun 2010, Indonesia sudah tidak asing lagi untuk menjadi sirkuit lomba surfing kelas dunia, tentu yang paling baru adalah QS1000 Krui Pro 2018,  yang diadakan pada bulan April di Provinsi Lampung Sumatera. 

Selamat menikmati ombak Bro and Sis jadilah peselancar sukses dan ketahui perkembangan surfing dan karirmu.


Kesimpulan Sejarah Surfing:


  • Budaya kelautan mulai menghilang dari hati rakyat Indonesia
  • Menyebarnya budaya surfing di Indonesia karena pengaruh wisatawan Australia
  • Rakyat Indonesia belum mengerti bahwa surfing di luar negeri adalah industri yang bisa menghasilkan ekonomi, maka hingga kini dianggap surfing hanyalah hobbi.



Ingat yang mau belajar surfing klik

CONVERSATION

TRIP ADVISOR