SURFING DI PULAU SIMEULUE: SURGA BAGI PARA PESELANCAR - SURFING REPUBLIC surfing republic

SURFING DI PULAU SIMEULUE: SURGA BAGI PARA PESELANCAR

surfing republic


Pulau Simeulue

Sengaja aku tidak memasukkan nama Simuelue di deretan ombak terbaik indonesia, karena Simeulue mempunyai tempat khusus di dalam hatiku, tempat ini mengingatkan aku pada ombak legendaries dan budaya yang terjadi sekitar 40 tahun seperti yang terlihat pada photo-photo lama jika dibandingkan dari abad moderen Indonesia sekarang. Jika kamu datang ke Pulau Simeulue pastikan dirimu sudah memahami tehnik-tehnik dasar peselancar pemula. sehingga kamu bisa bermain selancar dengan mudah dan terhindar dari bahaya, karena pulau ini berbeda dengan ombak yang sudah tersohor seperti di tempat lain seperti Cimaja, Jawa Barat atau Lombok sekalipun. Persiapkan dirimu untuk melihat ke-ajaiban dunia yang ke 8.



Inilah salah satu dari  ombak tiada henti yang ada di Sumatera, mungkin kita sudah mendengar Mentawai yang terkenal dengan  ombak kanan, yang menyihir seluruh peselancar di seluruh dunia, ada juga pulau Nias yang terkenal dengan Lagundri Bay serta Lompat Batu pulau Nias.



Jadi apa yang ada di pulau  Simeulue? 


surfing republic

Jika kamu mendatangi Bali beberapa dekade tahun yang lalu, maka kamu akan tahu seperti pulau inilah Bali saat itu. 

Pulau yang tersembunyi di bagian selatan pulau Sumatera, telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan selancar asing beberapa tahun belakangan.

  • Nama pulau:  Pulau Simeulue
  • Letak:  Nanggroe Aceh Darussalam
  • Negara:  Indonesia
  • Bahasa :  Pulau Simeulue  dan Bahasa Indonesia
  • Populasi penduduk :  70  ribu





Di sini kamu akan menemukan, banyak tempat rahasia, yang selama ini dicari-cari oleh para peselancar di seluruh dunia, mulai dari pemula hingga yang kelas dunia.  saat ini setidaknya ada 9 titik yang sangat populer dan sepi dari peselancar.


Jika kamu pernah bertualang ke pulau-pulau terluar Indonesia, kamu akan melihat budaya yang berbeda-beda setiap pulaunya, begitu pula bahasa, agama dan kecenderungan masyarakatnya.  Bagiku yang paling menarik adalah  budaya Indonesia lama, yaitu ramah tamah dan saling tersenyum.


Kehidupan masyarakat


Di Pulau Simeulue masyarakat dominan beragama Islam, dan menerapkan hukum Islam sebagaimana yang dicanangkan oleh pemerintah Aceh, di mana kamu dilarang untuk memakai pakaian sembarangan, ingat! 

Kamu tidak bisa memakai pakaian celana pendek dan bikini, serta minum minuman beralkohol di sembarang tempat.  Bahkan hotel dan penyedia layanan akomodasi tidak diperkenankan untuk mendisplay minuman keras terang-terangan.


SURFING REPUBLIC


Pulau Simeulue ini terkenal setelah pulau ini menjadi santapan tsunami tahun 2004, menyedihkan. 

Dari cerita masyarakat yang tinggal di pulau Simeulue, bencana tsunami mungkin bukan hal baru bagi mereka dan mereka sudah mewarisi cerita dari nenek moyang tentang bagaimana cara menghadapi tsunami lebih dari masyarakat Banda Aceh secara umum.  “Yaitu untuk tidak turun ke laut apabila melihat air laut surut secara tiba-tiba, karena akan mengakibatkan gelombang pasang yang sangat besar”.  

Dan ini terbukti masyarakat kepada pulau Simeulue pada saat akan terjadi bencana tsunami Aceh tahun 2004, mereka berbondong-bondong membawa seluruh harta dan keluarga mereka ke tempat evakuasi yaitu naik ke atas atas bukit yang ada di sekitar pulau, ini tidak terjadi pada masyarakat Banda Aceh yang selama ini dikenal awam tentang kelautan. 

Maka tidak mengejutkan jika korban bencana tsunami Aceh di Pulau Simeulue tidak mencapai lebih dari 10 orang, berbanding terbalik dengan masyarakat Aceh yang korbannya mencapai hingga ratusan ribu orang meninggal dunia.



Ombak yang ada di pulau Simeulue tersedia untuk segala level.


Pemandangan yang terbentang sepanjang sisi selatan Pulau Simeulue yang tepat berbatasan dengan Samudra Hindia panjangnya mencapai 200 km,  tentu itu sangat panjang sekali. rata-rata sepanjang pantai dibatasi oleh batuan tajam dan karang, ini adalah peringatan bagi para surfer untuk sangat berhati-hati ketika mereka bermain surfing.  

Aku menulis ini ketika duduk di  depan resort Salt Surf Resot,  yang tepat berhadapan dengan  ombak yang paling mudah dijangkau “Dylan”. Untuk jumlah pasti pusat bermain surfing aku belum bisa memastikan,  tapi setidaknya ada 9 tempat yang biasa digunakan oleh para peselancar untuk bermain. diantaranya Alus alus, Pasir Tinggi, Thailand, Pulau Tapah, Wontong, Pulau Babi, Peak, Pulau Banyak. Setiap tempat yang disebutkan tadi mempunyai jarak yang lumayan jauh, bahkan di satu nama bisa mempunyai lebih dari dua titik surfing. 

Setiap tempat yang disebutkan pula, bisa memproduksi ombak barrel yang besar dan cepat. Di musim rame tempat ini hanya mungkin diisi oleh maksimal 20  peselancar, tentu ini adalah jumlah yang sedikit jika dibandingkan dengan apa yang terjadi di Pulau Bali.


Beberapa tempat yang aku anjurkan untuk dikunjungi kamu datang dan berselancar di pulau  Simeulue,  Dilan, Alus-alus  dan Wontong.

Di tempat ini memang menghidangkan ombak kelas menengah dan profesional.


Beberapa tempat surfing yang mengharuskan para peselancar menggunakan transportasi laut untuk mencapai tempat surfingnya, ada Tea bags  tepatnya di Pulau tapah,  Pulau Babi, dan Pulau Banyak.

Pulau Banyak digunakan oleh peselancar nomor satu dunia Stephanie Gilmore, untuk film The Tempest, ombaknya bisa memanjang hingga 1/2 km. 

Sesuai dengan namanya Pulau Banyak terdiri dari titik-titik pulau yang banyak,  di situlah para peselancar dunia memberi istilah ‘ Pulau Rahasia’  atau “ pulau Harta”  di mana ombaknya diproduksi oleh Samudra Hindia tidak habis-habis.


Apa lagi yang bisa kamu kerjakan di Pulau  Simeulue?


Selain bermain selancar, bagi kamu yang datang ke pulau tanpa tahu harus bermain selancar kamu tidak perlu khawatir, banyak yang bisa kamu kerjakan. 

Kamu bisa snorkeling,  menyelam, bertamasya mengunjungi pulau,  naik perahu, berkeliling  kota Sinabang,  menikmati pemandangan alam dan matahari tenggelam, atau sekedar berenang di pantai manapun kamu suka, yang berbaris rapi di sepanjang Pulau Simeulue. Bagiku yang paling menarik adalah bermain ke pulau Mincau, dimana kamu bisa snorkeling sepenuh hati dan melihat hamparan Pasir putih tanpa ada manusia sama sekali.



Kamu juga bisa berjalan jalan ke kebun kelapa, jika haus kamu bisa membeli biji kelapa kepada penduduk lokal yang harganya terjangkau. Atau jika kamu belum tahu bagaimana bentuk pohon cengkeh, kamu bisa bermain-main ke sekitar pulau dan melihat penduduk bercocok tanam  pala dan cengkeh. 



Jangan heran jika kamu melihat banyak anjing berkeliaran di sekitar rumah penduduk di Simeulue, meski penduduk beragama Islam mereka juga memelihara anjing tidak seperti lazimnya yang ada di pulau Jawa.  Kalau kamu berkendara menggunakan skuter, berhati-hatilah, karena banyak tahi kerbau dan kerbau itu sendiri tidur-tiduran santai di tengah jalan, bahkan anjing tidak malu untuk berjemur di pinggir jalan tanpa peduli dengan motor yang lewat.

Catatan lain Pulau Simeulue


Yang menjadi catatan selama di Pulau Simeulue adalah tentang pendidikan masyarakat yang harus ditingkatkan, mengingat Pulau ini telah berdiri resort dan banyak dikelola oleh warga asing,  maka tidak ada pilihan bagi masyarakat lokal selain belajar lebih giat dan memahami struktur wisata  selancar seperti yang ada di Bali atau Lombok.  

Dengan adanya banyak bangunan besar nantinya, kepedulian masyarakat dan pengelola hotel-hotel juga harus bertanggung jawab terhadap produksi sampah yang mereka buat setiap hari,  karena plastik yang menjadi isu utama sampah di lautan akan juga menutupi Pulau Simeulue jika tidak dirawat dari sekarang.

Peraturan pemerintah untuk menciptakan ecotourism sangat diperlukan, agar kepedulian masyarakat Simeulue bangkit dan bersama-sama dengan para pendatang menjaga ekosistem pulau tetap hijau dan ramah wisatawan.

CONVERSATION

INSTAGRAM