HOBBY DAN BELAJAR = SURFING DAN JALAN : LAKUKAN SEKARANG ATAU TIDAK SAMA SEKALI - SURFING REPUBLIC surfing republic

HOBBY DAN BELAJAR = SURFING DAN JALAN : LAKUKAN SEKARANG ATAU TIDAK SAMA SEKALI

KESEMPATAN TIDAK DATANG DUA KALI



new york city




Luangkan waktumu sebentar untuk melihat ini, mungkin setelah membaca ini kamu akan terbuka akan perubahan yang tidak pernah kita sangka.

Sempatkan untuk melakukan apapun selagi kita masih mampu terutama berhubungan hobi yang membuat kita senang, karena kita tidak pernah tahu seperti apa kita 5 tahun yang akan datang, 10 tahun, 20 tahun atau 100 tahun yang akan datang. 

Pertanyaannya.


Sejarah apa yang akan tertulis dengan kita. Dunia sudah punya sejarahnya sendiri dan telah mencatatnya dalam catatan yang sudah tertulis ataupun yang tidak tertulis.

Ada banyak tempat di dunia yang menggambarkan sejarahnya sendiri-sendiri, seperti Candi Borobudur yang mulai rapuh di banyak sisi patungnya, orang hanya mereka-reka umurnya ada apa dengan tempat megah ini? 

Giza di Mesir, Colosseum di Roma mereka punya sejarahnya sendiri bahkan candi-candi yang telah dihancurkan oleh manusia, atau yang telah rusak karena alam.

Sekarang patut kita renungkan kemungkinan yang tidak pernah kita pikirkan.

Tentu kita tidak pernah tahu perubahan yang akan terjadi, ini bisa saja dalam hitungan malam Candi Borobudur runtuh berkeping-keping, patung Sphinx kepalanya copot, atau tangan patung Liberty kena samber pesawat, perubahan bisa sangat cepat sekali, perubahan yang akan terjadi di masa yang akan datang tidak akan pernah bisa dihentikan bahkan perubahan dirimu atau perubahan dunia itu sendiri.

Simple saja, bahkan untuk mengenang Kerajaan Sriwijaya yang terkenal dalam tulisan sejarah pendidikan Indonesia, atau kemegahan gedung Majapahit yang pernah menjadi penguasa Nusantara kita tidak tahu seperti apa megahnya, karena perubahan itu sangat cepat sekali, sampai-sampai kita tidak sempat untuk mempelajarinya.

Kawan-kawan yang dikatakan orang bijak itu ternyata benar “hidup itu singkat” kita harus benar-benar mengerjakan apa yang menjadi impian kita.

Memang kita punya tujuan yang ingin kita capai dalam hidup ini, tapi itu bukanlah hal yang bisa dikontrol oleh kita sendiri. Hidup yang telah kita atur bisa berjalan lancar kadang-kadang dan bisa hancur berantakan tanpa bisa kita lihat sebab-musababnya, bukan kita yang mengatur hidup.

Madrid Official store
Banyak kejadian yang tidak pernah kita sangka-sangka terjadi dalam hidup kita seperti bencana alam gempa bumi dan banjir, atau bisa jadi masalah kesehatan, atau masalah ekonomi yang melilit kita. Siapa yang tahu masa depan? Kita semua hanya bisa merencanakan.

Hidup itu berjalan dan selalu berubah-ubah untuk disesuaikan sejalan dengan rencana yang telah kita pilih dan kita tentukan.

Dan aku sadar itu berlaku juga terhadap hobi yang biasa aku kerjakan surfing dan jalan-jalan, hal penting dalam hidupku untuk melakukan yang bisa kulakukan sekarang tanpa harus menunda
.
Aku bukanlah orang yang mencari duit melalui penulisan blog, mengajar surfing dan mencari sponsor dari jalan-jalan. Aku menjalani hidup normal dengan bekerja dan meluangkan waktu untuk melakukan hobi yang bisa dikerjakan.

Apa yang aku kerjakan di masa-masa yang lalu telah dikombinasikan dengan rencana-rencana yang banyak dan tujuan yang mungkin aku capai sebanyak-banyaknya. Kesempatan yang datang tidak akan aku sia-siakan begitu saja karena mungkin kalimat nanti, itu tidak benar-benar ada di masa yang akan datang.

Aku telah melihat banyak kenyataan bahwa dari sekian banyak orang yang merencanakan, 
“aku ingin melakukan itu setelah punya itu” “aku akan belajar itu setelah punya itu”, “aku akan mengunjungi itu setelah punya itu”, 
Pada akhirnya tidak bisa melakukan semua yang direncanakan. 
Itulah maksudku bahwa hidup ini tidak bisa diprediksi dengan rencana-rencana kita sendiri.
Lakukan sekarang


https://www.indosurfingrepublic.com/
Norge
Aku sangat bersyukur dengan apa yang aku dapatkan hari ini, diberkahi melewati hari yang telah lalu dan mensyukuri apa yang akan aku dapatkan yang akan datang. 

Aku berusaha untuk tidak hidup di masa lalu atau dengan angan-angan di masa depan, tapi lebih fokus kepada apa yang bisa aku lakukan saat ini. Hidup saat ini kerjakan saat ini, kalau tidak selesai aku selalu berharap semoga selalu ada hari esok buatku untuk menyelesaikan apa yang tidak aku selesaikan hari ini.

Contoh, aku bekerja pada sebuah perusahaan kapal pesiar yang mengijinkanku untuk melihat tempat-tempat yang tidak pernah aku impikan sebelumnya, aku tidak pernah ragu untuk menggunakan duitku untuk menjelajah semua tempat yang kira-kira bisa aku jelajahi.

https://www.indosurfingrepublic.com/
Madeira

Ini bukanlah kesempatan yang bisa datang dua kali. 


Aku menahan semua letih ditukar dengan ilmu pengetahuan dan penjelajahan tempat-tempat baru yang tidak pernah aku ketahui sebelumnya, mengobrol dengan orang-orang yang tidak pernah aku temui sebelumnya, semua hal yang mereka obrolin, apa yang mereka tahu tentang negaraku, bagaimana mereka bertahan hidup, dan seabrek permasalahannya. 

Kita pun menghadapi semua masalah dengan jenis yang berbeda-beda, di setiap titik di bumi meskipun itu di benua Antartik, ataupun kamu berada di alam yang hangat seperti Indonesia semua orang menghadapi permasalahannya sendiri-sendiri dan itu adalah hal yang berguna bagiku untuk diketahui.

Hal yang menjadi perhatianku adalah umur dan tingkat stres yang berbeda, mungkin nanti setelah berkeluarga dan semua kredit rumah mobil terpenuhi aku bisa jalan-jalan dengan tenang. 

Tapi mungkinkah kesehatanku mendukung? Mungkinkah aku masih hidup pada waktu itu? Pertanyaannya bagaimana jika hidup tidak seperti yang aku harapkan?  

Mungkin aku tidak akan sempat menulis lagi cerita jalan-jalan masa muda ini, tak ada yang bisa aku bagi dengan keluargaku.

Kamu sudah melakukan apa yang kamu bisa, aku pun melakukan hal yang sama yaitu berjuang dengan kepuasan masa muda dan pengalaman, pendaki gunung, paralayang, turun ke jurang menggunakan tali, panjat tebing dengan alat alat sederhana, menjelajah ke negeri antah berantah, aku melakukan apa yang pikiranku mampu dan fisikku mampu lakukan.

Ya sekarang aku melakukan perjalanan, melakukan surfing.


Entah sedang dibayar atau menggunakan uangku sendiri tidak masalah bagiku, aku cukup beruntung untuk melakukan banyak hal itu tanpa banyak mengeluarkan biaya untuk tiket hotel dan lain-lain, karena aku juga bekerja untuk sebuah travel agent yang mengijinkanku untuk selalu berkeliling. 

Mungkin kamu sekarang sedang berpikir, bagaimana melihat gambaran hidupmu yang telah lalu, rencana yang telah kamu bangun untuk masa depan, mengingat hidup ini berubah-ubah setiap waktu, kenapa tidak melakukan hal yang paling terbaik saja dalam hidup, melakukan hal yang paling menyenangkan saja dalam hidup, melakukan hal yang paling berguna saja dalam hidup. 

Jadi apa yang bisa dilakukan? Jawabannya memang sederhana, terbaik menyenangkan dan berguna.

Apakah bijaksana sekarang menggunakan duit seperti itu? Mungkin terdengar tidak. 


Tapi bagiku orang yang terikat dengan kerja dan tidak punya banyak waktu untuk melakukan surfing dan jalan-jalan, aku tidak bisa menyerah pada keadaan dan tetap berdiam berjibaku dengan kesibukan monoton. 

Aku pernah berfikir untuk kembali kepada tempat yang aku rindukan bisa saja Italy, Norway, Islandia. 

Tapi kapan itu terjadi? Bisa saja tidak akan terjadi lagi, maka inilah caraku, aku memperlakukan setiap perjalananku seolah-olah hanya bisa dilakukan sekali

https://www.indosurfingrepublic.com/
Quebec
Mungkin banyak travel blogger tidak mengutarakan isi pikiran yang seperti ini, karena mereka sangat ketat terhadap budget yang akan dikeluarkan. 

Tapi bagiku aku tidak mungkin pulang dari pulau Komodo setelah mengetahui masuk Komodo itu lumayan mahal, atau kamu merencanakan jalan-jalan ke China tapi tidak mampir ke Great Wall karena biaya yang mahal, tentu tidak bukan?

Dalam hidup ini terlalu banyak pengalaman dan hari yang sangat berharga untuk dilewatkan begitu saja. 

Ya tentu saja sebagian pengalaman berharga itu harus menggunakan uang. Aku telah belajar dari hal-hal yang telah aku lalui berapa tahun untuk filosofi perjalanan dan melakukan hobi yang disenangi. 

“selagi masih ada kesempatan aku tidak akan mundur untuk melakukan hobi dan jalan-jalan karena urusan harga”

Yah aku mengajakmu untuk melakukan hobimu, aku mengajakmu untuk menggunakan kesempatan masa muda, mari kita buat cerita kita sendiri. 

Karena pada akhirnya kita akan mati, dan habis itu kita akan menghargai kenangan-kenangan yang kita miliki, bukan akun-akun bank.

Duit tidak akan mengantarkan kita ke kuburan, tapi menjalani hidup dengan senang dan berguna bisa jadi cerita yang tidak akan pernah habis meski kita telah mati.

Lihatlah beberapa hal ini, selalu bisa saja menjadi hal yang menggagalkan semua kontrak kehidupan yang pernah kita tanda tangani dan kita tidak bisa berbuat apa-apa?


Kekuatan pemerintah


Ingat ini kawan!

Jangan berpikir bahwa kita bisa melakukan apa pun di masa damai ini, karena mungkin system pemerintahan akan berubah seiring waktu, kerja sama dengan negara tertentu telah putus dan kamu tidak punya kesempatan lagi untuk mengunjunginya. 

Contohnya jika sekarang kita ingin ke Korea Utara atau Israel. Tidak mudah bagimu untuk mengurus perjalanan jenis ini, ketimbang kamu harus jalan ke negara-negara lainnya.

Bencana alam yang melanda


Siapa yang bisa menolak hal ini?
Kita berusaha mati-matian untuk tidak berhadapan dengan bencana alam. 

Bisa jadi tempat yang kita diami aman-aman saja namun tempat yang menjadi tujuan wisata kita hancur lebur karena gempa bumi. 

Tentu kamu harus berpikir dua kali untuk melanjutkan perjalanan atau menjadi volunteer. 

Jika itu terjadi pada tempat yang memiliki sejarah, maka kesempatanmu untuk melihat keutuhan sebuah prasasti hanya  mungkin bisa dilihat secara digital saja. Tempat sejarah besar di muka bumi ini telah banyak yang hilang.


Perubahan ekonomi


Perhatikan perubahan global ini kawan, jangan menjadi korban perubahan, hal yang tidak terlihat bukan berarti tidak ada.

PerpindahanKrisis global yang pernah menghantam Amerika dan dunia pada tahun 2010 bukanlah sebuah mitos, orang sibuk ke sana kemari untuk mencari kerja, bukan cerita menikmati perjalanan lagi. 

Perubahan mata uang yang tida kita sadari, mata uang virtual sejenis bitcoin pun telah perlahan mendekati perubahan sendiri. 

Aku ingat beberapa perusahaan pengiriman international yang berderet di samping rumahku anjlok setelah melihat harga USD meroket menjadi Rp14.000+/USD, saat itu harga tiket yang telah kamu rencanakan sudah berbeda dengan beberapa bulan sebelumnya, bukan?

Kita bisa apa untuk merubah perputaran ekonomi sekarang? 


Kita hanya mampu membuat uang dan menikmatinya, kita belom bisa mengatur harga-harga yang bisa diterapkan untuk pasar. 
my lovely Boston

Situasi keamanan


Manchester United aja pernah ketakutan dengan ancaman bom yang melanda Indonesia. 

Sudah bukan isu lagi bagi negara besar di dunia melarang warganya yang akan berkunjung pada negara sedang dilanda konflik dalam negeri. 

Kamu tentu tidak bisa melakukan perjalan ke beberapa negara Timur Tengah karena isu ISIS yang merebak, meskipun kamu tahu bahwa negara eksotis kaya minyak itu sangat indah untuk dinikmati. 

Bali-pun pernah mengalami perlakuan yang sama selama beberapa tahun setelah kejadian “Bom Bali Legian”, kasur-kasur hotel hanya jadi sarang “bed bug” alias BANGSAT.

Resesi budaya adalah kesempatan


Ini perpindahan budaya, seolah-olah budaya barat sedang menyelimuti seluruh dunia. 

Terutama dengan adanya alat-alat digital canggih, kamu bisa mengontrol negara tujuan hanya melalui cellphone, bisa merencanakan dan menggagalkan sebuah perjalanan hanya melalui kantong. 

Karena kemudahan sudah pada tingkat “memasukkan tangan dalam kantong” maka tidak heran jika perubahan yang terjadi sangat cepat setingkat “mengeluarkan tangan keluar kantong”

Keterlenaan kita pada akses kemudahan kalo tidak bisa dimanfaatkan akan menggilas hidup kita sendiri, pada saat nanti akan ada masa di mana kita hanya bisa bekerja dan bertahan hidup saja. 

Kota-kota besar di Amerika sudah sejak lama mengalami hal ini. 

Jika kamu hidup di Jakarta, mungkin kamu sudah tahu bahwa sebagian orang hanya bisa hidup saja, tidak pernah terpikir untuk jalan-jalan apalagi mengunjungi negara lain. 

Kita masuk pada era acuh gaya baru. 

Perubahan status ke dunia digital sudah tidak mampu dikejar oleh generasi 70an, yang lahir era 80an sedang berjuang keras melawan orang yang lahir 90an karena kemampuan mereka yang luar biasa menghadapi tuntutan jaman, maka lihatlah di jaman apa  kamu lahir? 

Sekarang waktunya bagimu untuk mempelajari banyak bekal yang bisa kamu bawa nanti, di mana belanja sayur tidak perlu ke pasar, atau toko tidak pernah ada pengunjung namun tetap bisa berjalan, bahkan makin besar ketimbang mereka yang belanja konvensional. 

Kita akan semakin kehilangan esensi kemanusiaan, karena berita yang masuk tidak tersaring, kecelakaan, kelaparan dijadikan viral hanya dijadikan sebagai alur masuk dan berita unik saja, kita hanya duduk di dalam rumah. “Dunia dalam genggaman” atau lebih simpelnya dunia hanya yang apa dikatakan oleh cellphone.

Bergeraklah dari kursimu sekarang, kalo tidak sanggup mengelilingi dunia saat ini, maka bersihkan halaman rumah yang sudah menumpuk dengan sampah.

Jangan pernah terpikir kamu mati muda saat ini kawan, tugasmu belom selesai.


Info Belajar surfing Bali 



CONVERSATION

INSTAGRAM